Sabtu, 30 November 2013

tulisan 4 : keunggulan bisnis indonesia

Nama  : Kartika Meylani
NPM  : 24212031
Kelas  :2EB21
KEUNGGULAN BISNIS DI INDONESIA
Keunggulan bisnis alam yang dapat menjadi peluang besar tetapi tidak dapat dikembangkan
Jika saja, pemimpin di negeri ini bisa membaca tanda kemajuan  tentu  sebaiknya  lakukan evaluasi secara nasional program apa yang  tepat bisa jadi icon (kebanggaan)  bangsa ini, untuk bisa merubah tata kehidupan masyarakat untuk  menghapus kemiskinan dengan kehidupannya lebih sejahtera. Dinegara ini ada  banyak potensi  yang dapat dikembangkan menjadi  peluang besar  sebagai  sumber kesejahteraan rakyat.  Potensi-potensi itu bidang pertanian dan bidang kelautan. Sebab baik secara tradisional dan modern, nenek moyang bangsa kita adalah petani dan nelayan  bahkan peternak yang handal. Tentu jika kita ingin bidang ini semakin maju, bisa ditopang secara tehnologi canggih. Disamping kita juga bisa kembangkan industri, yang tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, tetapi  dapat dikembangkan semua daerah yang perlu seperti Kalimantan, Sulawesi, Papua.  Negara  kita yang memiliki potensi  alam yang kaya dengan luas areal pertanian dan perkebunan terbesar, negara yang memiliki potensi  hasil laut  dengan panjang pantai terpanjang di Asean, punya potensi pengembangan peternakan yang cukup luas. Bahkan memiliki potensi tambang terbesar didunia. Tapi sepertinya potensi negeri ini tidak memegang peranan penting  guna bisa sejahterakan rakyat. Bahkan masih banyak rakyat miskin. Sebenarnya dimana yang salah, apakah salah mengelola atau memang kita tidak memiliki niat untuk jadi negara besar dibidang ekonomi, memanfaatkan potensi alam.  Kita lihat saja, kita memiliki luas lahan pertanian yang besar tapi kok kita masih juga import beras, demikian juga  kita meliki potensi  laut, ikan Tuna yang mahal didunia, ikan cakalang dan sebagainya, yang bisa menghasilkan devisa negara triliun rupiah. Namun sepertinya belum terkelola dengan baik. Juga kita memiliki potensi pengembangan ternak, tapi entah mengapa kita lebih terpengaruh melakukan import daging sapi meskipun  harga daging Sapi mahal .  Saat ini kita lihat harga cabe rawit dan harga bawang merah, harganya melambung jauh dan cukup mahal melebihi harga komoditi cengkeh. Tapi kita memang lebih suka bicara barang kita harus import ketimpang mengupayakan potensi yang ada untuk dikembangkan. Jangankan itu tenaga kerja yang ada dinegara kita lebih cenderung pergi bekerja kenegara lain dengan berbagai resiko ketimpang bekerja di negeri ini. Seharusnya semua hal semacam ini jadi 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar