Jumat, 10 Januari 2014

kreatifitas 2

Nama  : Kartika Meylani
Kelas   : 2EB21
NPM   : 24212031
PENDAHULUAN

            SGM ( Susu Gula Minyak ) merupakan produk susu formula bayi yang di produksi oleh PT. Sari Husada Tbk, perusahaan pertama di Indonesia yang mengkhususkan diri memproduksi susu bayi sejak tahun 1965. Sejarah berdirinya PT. Sari Husada Tbk adalah berkat kerjasama Pemerintah tanah air dengan UNICEF untuk mrngatasi problematika gizi di Indonesia pada saat itu. 45 tahun sudah susu SGM di Indonesia, terbilang senior dibandingkan dengan produk-produk merk lain.
             Setelah sekian lama berkecimpung di bidang susu formula bayi, susu SGM telah membuktikan diri mampu membantu anak-anak Indonesia untuk memenuhi kebutuhan gizinya sejak lahir, SGM telah mendukung tumbuh kembang anak-anak di Indonesia serta menjadi putra bangsa yang cerdas dan berkualitas. Harga susu SGM Eksplore dan aktif tergolong paling murah, untuk ukuran 300 gr di patok dengan harga Rp 20.000 -an sementara ukuran paling besar berkisar Rp 50.000.
            Selain itu, kemasan susu paling kecil berukuran 150 gr dimana susu yang lain minimal 200 gr. Namun kelemahan produk SGM Eksplor dan Aktif terletak pada kemasan susu yang semua ukuran diproduksi dengan kotak karton dan tidak menyediakan sendok takar pada tiap kemasan. Sehingga, anda harus menyediakan toples dan sendok takar sendiri ketika menggunaka SGM Eksplor dan Aktif. Dalam segi kandungan nutrisi, produk SGM Eksplor dan Aktif mengandung FOS, AHA, DHA, mineral, karbohidrat, lemak, vitamin, dan air seperti kebanyakan kandungan susu formula lain. Kelebihan kandungan SGM Eksplor dan Aktif terletak pada rasanya yang tidak terlalu “eneg” dan beraroma buat anak-anak.
            Selain itu, jenis produk susu SGM Eksplor dan Aktif juga dibagi berdasarkan usia bayi, seperti SGM 1 diperuntukan bagi bayi usia 0-6 bulan, SGM 2 untuk bayi usia 6 bulan keatas, SGM 3 untuk bayi usia 1-3 tahun ke atas, dan SGM 4 untuk bayi usia 3-6 tahun.


·               SGM 1 ( Presinutri Formula Bayi )
Merupakan susu untuk anak pada usia 0-6 bulan.
·               SGM 2 ( Presinutri Formula Bayi )
Merupakan susu untuk anak pada usia 6 bulan keatas.
·               SGM 3 Eksplor ( Presinutri Susu Pertumbuhan )
Merupakan susu untuk anak usia 1 sampai 3 tahu
·               SGM 4 Aktif ( Presinutri Susu Pertumbuhan )
Merupakan susu untuk anak usia 3 sampai 6 tahun.
           

FAKTOR APA SAJA YANG BERPENGARUH
            Sepeti yang kita lihat selama ini banyak ibu yang memberika susu formula terhadap anaknya. Ini adalah beberapa factor yang berpengaruh bagi seorang Ibu memberika susu formula SGM kepada anaknya:
1.      Kebanyakan waniya tidak menghasilkan ASI yang cukup.
2.      Seorang ibu yang berkerja.
3.      Harga susu SGM relative lebih murah disbanding susu formula lainnya.
4.      Lebih gampang memberikan susu formula SGM dengan botol dibandingkan bila menyusui secara langsung.
5.      ASI tidak cukup mengandung zat besi untuk memenuhi kebutuhan bayi sehinga ibu berpaling ke susu formula SGM.
6.      Menyusui membuat ibu tidak bebas beraktivitas.
7.      Dewasa ini, susu formula hampir sama kandungannya dengan ASI terutama susu formula SGM.
8.      Apabila seorang ibu menderita penyakit infeksi, maka dia harus berhenti menyusui dan mau tidak mau ibu memberikan susu formula ke anaknya terutama susu formula SGM.
9.      Apabila seorang ibu sedang mengkonsumsi obat-obatan, maka dia harus berhenti menyusui dan memberika susu formula ke anaknya terutama susu formula SGM.
10.   Ibu telah mengetahui nutrisi susu formula SGM dengan ASI hampir sama.

FACTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT
            Di bawah ini adalah beberapa factor pendukun keberadaan susu formula SGM PT. Sari Husada untuk dapat dikonsumsi:
1.      Harganya yang terjangkau oleh kalangan bawah sekalipun.
2.      Nutrisinya yang tidak kalah dari Asi esklusif.
3.      Rasanya yang tidak terlalu “eneg” sehinga balita sangat suka meminumnya.
4.      Iklan yang menarik sehinga banyak ibu yang tertari untuk memberikan susu formula SGM ke anaknya.
5.      Ibu yang kurang menghasilkan Asi.
Selain factor pendukung ada juga factor penghambat keberadaan susu formula SGM PT. Sari Husada untuk dapat dikonsumsi :
1.      Ibu yang lebih mempercayakan Asi Esklusif untuk dikonsumsi anaknya.
2.      Pirasat takut akan campuran bahan kimia disusu formula SGM karna melihat harga yang lumayan murah ketibang susu formula lainnya.
3.      Bayi yang alergi akan susu sapi.
4.      Tampilan tempat susu formula SGM yang hanya menggunakan karton dan tidak diberikan sendok takar.
5.      Balita yang tidak cocok dengan susu formula SGM.

PENGAMBILAN KEPUTUSAN
1.      Profil Responden
Dari sejumlah kuisioner (100 buah) untuk  3  kelompok konsumen, terungkap klasifikasi responden seperti tercantum pada Tabel 1.
Tabel 1. Profil Responden
Karakteristik
Bawah
Menengah
Atas
Jumlah
1. Usia
<25 th
25-30 th
31-35 th
> 35 th

2
5
2
0


11
41
15
0

1
20
12
1

4
66
29
1

9
57
34
100
2. Pekerjaan
PNS/ABRI
Swasta
Wiraswasta  
Ibu RT 

1
2
1
5

17
10
6
24

10
12
4
8


28
24
11
37

9
57
34
100
3. Pendidikan
SD
SLTP
SLTA
Akademi/PT

3
6

0

0

0
12

31

14

0
1

11

22

3
19

42

36


9
57
34
100
Kesimpulan umum yang diperoleh dari hasil survei adalah konsumen utama susu SGM-2 baik dari kelas sosial bawah, menengah maupun atas adalah konsumen pada golongan menengah, usia 25-30 tahun, ibu rumah tangga dan mempunyai pendidikan terakhir SLTA.
Diperolehnya responden dari ketiga kelas sosial yang berbeda menunjukkan pasar dari susu SGM-2 adalah masyarakat dari semua golongan sosial, walaupun sebenarnya target pasar SGM-2 adalah golongan menengah ke bawah. Dengan adanya situasi ekonomi seperti yang terjadi sekarang ini maka pasar SGM-2 menjadi lebih luas karena  golongan  menengah  ke  atas  juga  mulai mengkonsumsi susu SGM-2 sehingga dapat disimpulkan bahwa konsumen SGM-2 terdiri dari ketiga kelas social.
2.      Kecenderungan Pemilihan Ukuran Kemasan
Berdasarkan tingkat pengeluaran responden.Pola konsumsi responden dapat dilihat melalui tingkat pengeluaran responden, seperti yang dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Pemilihan Ukuran Kemasan menurut Tingkat Pengeluaran
Ukuran TK Pengeluaran
150 gram
300 gram
800 gram
Jumlah
Bawah
7
2
0
9
Menengah
7
39
11
57
Atas
2
14
18
34
Jumlah
16
55
29
100
Dari Tabel 2 dapat dilihat pola konsumsi yang berbeda-beda pada masing-masing golongan pengeluaran. Masing-masing ukuran kemasan  mempunyai pasar tersendiri. Secara umum dapat dilihat bahwa konsumsi SGM-2 terbesar terdapat  pada  ukuran kemasan 300 gram sebesar 55% disusul ukuran 800 gram sebesar 29% dan ukuran 150 gram sebesar 16%.
KESIMPULAN
Dari data yang ada dapat di tarik kesimpulan bahwa:
a. Golongan Bawah
Pada golongan ini konsumsi terbesar adalah pada ukuran kemasan 150 gram. Pada ukuran kemasan 800 gram tidak terdapat konsumsi.  Hal ini menunjukkan bahwa daya beli dari golongan 677sosial bawah masih belum dapat menjangkau harga dari ukuran kemasan 800 gram,  disamping mungkin kebutuhan dari konsumen yang tidak terlalu tinggi.
b. Golongan menengah
Pada golongan ini konsumsi terbesar adalah  pada ukuran kemasan 300 gram. Akan tetapi untuk ukuran kemasan yang lain yaitu 150 gram dan  800 gram masih tetap dikonsumsi walaupun dalam jumlah yang lebih kecil.
c. Golongan atas
Pada  golongan  ini  konsumsi  terbesar  adalah pada ukuran kemasan 800 gram. Hal ini menunjukkan daya beli masyarakat golongan atas dapat menjangkau harga dari ukuran kemasan 800 gram. Hal ini terbukti dengan jumlah konsumsi yang cukup besar yaitu 53%. Jumlah ini membuktikan bahwa  ternyata  pangsa  pasar SGM-2  tidak hanya golongan menengah ke bawah, tetapi golongan ataspun mulaimengkonsumsinya.

SUMBER :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar